camar itu terbang tinggi
bukan untuk mengembangkan diri
tapi untuk mengejar mimpi asanya
camar itu mengepakkan kedua sayapnya
bukan untuk melarikan diri
dari berat penat beban budi hati hidupnya
tapi untuk menemukan dan menyongsong
masa depannya yang lebih baek
untuk semuanya itu
tak lagi dihiraukan
hujan cacian dan halilintar kesangsian
tak lagi dipandangnya
empati dan sejuta dukungan
sebagai beban yang harus dipikulnya
yang ia tahu hanya satu
setiap mahkluk memiliki peluang
untuk menjadi genap dan sempurna
No comments:
Post a Comment