Hal-hal sepele membuat kesempurnaan, dan kesempurnaan bukanlah hal sepele

Friday, November 26, 2010

KAU SATU YANG KUPERLU

Sedulurku........
Pedih itu tetaplah pedih
Luka itu tetaplah luka
Susah itu tetaplah susah
Tapi bersama Tuhan yang tersalib aku boleh mencoba untuk berharap lagi:
pedih itu saat untuk tak selamanya
meneteskan air mata
Luka itu saat untuk tak selamanya
memikirkan diri sendiri
Susah itu saat untuk tak selamanya
menyeteru kegembiraan
Apalagi bila menyadari bahwa
Tuhan tak pernah memberi semua ini
bila aku tak mampu menanggungnya
Tuhan begitu mencintai orang
yang terus mau mengikutiNya
Tuhan tak berhenti membuat tanganku
lepas dari gandenganmu

Persaudaraan itu menguatkan
Itu yang tetap aku yakini
Persaudaraan itu menyembuhkan
Itu yang tetap aku harapkan

Persaudaraan itu memungkinkan apa saja
yang terasa tak mungkin digapai
Tangisku hari ini
Kepedihanku hari ini
Kekecewaanku hari ini
memang terasa tak terkira
Tapi sungguh......
Engkau menguatkan jiwaku
Senyummu membuatku bagaikan bertemu oase setelah sekian mil berjalan di padang sahara
Pelukanmu membuatku yakin aku tidak sendiri
Kecupanmu membuatku
yakin ada harapan di depanku
Bibirmu membuatku semakin yakin bahwa dukunganmu tak pernah berhenti untukku
Aku tak akan pernah bisa membalas kebaikan hatimu yang kau curahkan padaku hari ini
Apalagi aku yakin kau tak ingin aku sibuk
dengan pikiran membalas itu
Karena engkau memang ada untukku
Membuat hari hariku menjadi lebih bisa kuhadapi
kutapaki
kujalani
Trima kasih sedulurku
Kau satu yang tetap aku perlu
dan semoga saja Tuhan tetap membuat persaudaraan kita semakin kuat, murni dan suci
Aku berharap dan percaya ini

TAK ADA LAGI

Malam semakin larut
sementara batinku masih tegak terjaga
sambil melihat ragaku
yang duduk menghadap meja membisu

Aku merasa tiba-tiba segalanya menjadi samar-samar
aku cuma diam tak bisa berucap
aku melihat litani keyakinan diriku
aku melihat tumpukan refleksi hatiku
aku melihat aneka angan dan ide-ideku
aku melihat berderak-derak dukungan untukku
aku melihat banyak karya menantiku
dan entah apa lagi yang terlihat
semuanya tiba-tiba menjadi begitu samar
kabut ini memang tidak pekat
tapi sangat cukup untuk menghalangi penglihatanku

Apa yang bisa aku lakukan sekarang ini?
berjalan....berjalan....dan terus berjalan maju
sambil berharap semoga kabut ini lekas memudar
kini tak ada lagi yang bisa kuandalkan
selain percaya untuk berharap
anugerah ini tidak ditarik kembali
dan kakiku tak juga lekas letih
sungguh, aku terlihat bagaikan dua murid
yang berjalan kembali mudik ke Emaus

tak ada lagi yang kumiliki
selain hanya percaya dalam harapan
Tuhan, tambahkan percaya dan harapanku
Bunda bantulah aku memohon keduanya

MEMOHON KEKUATAN

Tuhan,........
Sekian lamanya aku berlelah diri
membangun cinta di antara aku dan dia
sekian lembar kuhabiskan
tuk yakinkan dirinya bahwa aku tak akan tergoda
sekian waktu ku biarkan hilang
tuk beri alasan mengapa aku membutuhkannya
bukan untuk membangun bahtera keluarga
bukan untuk menjadi ibu bagi anak-anakku
bukan untuk melepaskan diri
dari panjangnya kembara jalan ini
aku hanya ingin dia …..
menjadi patner dalam panggilan ini
menjadi saudari dalam bersharing soal hidup
menjadi malaikat dalam memperjuangkan kaul kemurnian
tapi sungguh,......
dinding tradisi priyayi terlalu keras kepala
untuk menerima maksud suci ini
aku sadar bahwa Kau memiliki rencana baik
dengan hilangnya dia dari pelukan rasa sayang dan kasih tulusku
yach,........
Untuk kesekian kalinya
aku mesti tak berdaya
bila harus menghadapi sebuah kecurigaan